Chesoen Tan

Morning coffee

Posted by on Jun 12 2019, in Thoughts

Morning Coffee 2019-06-12

Beberapa waktu ini Saya sadar mengenai beberapa hal yang menyangkut dengan kekeliruan yang telah Saya perbuat didalam hidup. Saya telah keliru mengartikan seni sebagai bentuk abstrak yang susah untuk dijelaskan, atau seni adalah bentuk emosi dan perasaan yang diluapkan pada sebuah medium. Sedangkan sesungguhnya untuk membuat karya seni ( apalagi mendedikasikan hidup untuk seni ) dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan dan kemauan untuk berkembang serta observasi terhadap kehidupan, yang paling penting adalah kemampuan untuk beradaptasi dan memperbaiki hingga kita tidak pernah benar-benar berhenti bertumbuh dalam hidup dan juga karya “seni” kita. Sejauh apa yang saya yakini, hidup kita adalah mahakarya terbesar yang paling memungkinkan untuk kita sebut dengan sebuah karya seni.

Melalui hidup dan hal-hal yang terjadi diantara kehidupan dan kematian yang pasti akan menghampiri masing-masing dari semua makhluk hidup, Saya bisa simpulkan bahwa jarak kosong diantara hari lahir kita dan hari akhir kita yang harus kita beri perhatian khusus. Dari jarak kosong inilah akan muncul berbagai macam emosi & perasaan serta pengalaman dan cerita yang dapat kita bagikan kepada manusia lain dikemudian hari. Saya sadar bahwa menghabiskan waktu berjam-jam duduk dan berpikir mencari kebenaran adalah tindakan yang sia-sia. Sudah hampir 9 tahun dari 26 tahun Saya mencoba untuk memberikan hidup pada fotografi, selama 9 tahun itu pula Saya menyadari bahwa yang paling penting dari perjalanan ini merupakan perjalanan itu sendiri. Kesalahan dan pelajaran yang dapat dipetik lalu untuk dapat direnungkan di kemudian hari.

Seiring dengan perkembangan pola pikir dan perubahan nilai-nilai dalam menerima bentuk emosi dan perasaan, sudut pandang dalam melihat, meng-interpretasikan dan menilai sebuah foto/karya akan berubah. Saya menemukkan bahwa untuk menjaga passion dan motivasi diperlukan sedikit ruang untuk perbaikan dan penyempurnaan. Sebab disaat Saya telah yakin bahwa apa yang Saya buat merupakan suatu hal yang baik, sempurna dan tanpa celah, disaat itu pula sebenarnya Saya sedang menguak sisi ketidaksempurnaan hal tersebut.
Pengertian mengenai ketidakpastian merupakan satu-satunya hal yang pasti didunia ini serta ketidaksempurnaan merupakan hal yang menjadi penjaga sekaligus garis pembatas bahwa Saya hanyalah manusia biasa dan selalu punya celah untuk selalu memperbaiki dirilah yang membuat Saya terus menjalani dan berusaha sebaik mungkin.

Otak manusia dirancang untuk berpikir secara efisien, bukan untuk berpikir secara akurat. Oleh sebab itu Saya selalu berusaha mempertanyakan kembali nilai-nilai yang Saya pegang. Karena tidak ada yang benar dan yang salah, segala sesuatu merupakan hasil perkembangan emosi dan pikiran serta kejadian-kejadian di masa lalu yang akan selalu berkaitan dengan segala pengambilan keputusan dalam hidup Saya kedepan.
Pengertian, pemahaman serta motivasi bahwa kita adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dan kita ada didunia ini untuk suatu alasan sempat membunuh kesempatan Saya untuk memperbaiki diri dan belajar hal-hal baru diluar kemampuan Saya, bahkan membunuh imajinasi untuk menerima dan menjalani kemungkinan-kemungkinan baru.

Morning Coffee

 

 

Reply